Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Judul Skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Judul Skripsi. Tampilkan semua postingan

cara cerdas menemukan judul skripsi



1. Mulailah Menjelajah untuk mencari judul skripsi dengan bertanya pada diri sendiri: apa minatmu saat ini?
Cari minatmu sekarang

Suatu aktivitas akan dilakukan atau tidak sangat tergantung  sekali oleh minat seseorang terhadap aktivitas tersebut, minat adalah perpaduan antara ke inginan dan kemauan yang di kembangkan jika ada motivasi, apa motivasi mu??

Mengejarkan skripsi tentu butuh niat yang besar dan semangat yang tak boleh padam. Ide yang benar-benar menarik minatmu berpengaruh besar dalam membantumu mempertahankan niat dan semangat. Nah, saat kamu sedang buntu mencari ide, cobalah duduk, siapkan pulpen dan kertas, lalu bertanyalah pada dirimu:

Sebenarnya apa sih minat akademikku? Dari semua kelas yang pernah kuambil, yang mana yang membuatku merasa tercerahkan atau bahkan berandai-andai ingin mengulangnya?
Misalnya,
Cita-cita
Energi dan Lingkungan sosial
Hewan
Kegemaran
Aviasi
Komputer
Konsumsi
Pengetahuan
Rokok
Tokoh
Warna
Kamu bisa menambahkan daftar  minat lebih banyak lagi.
Saat kamu bisa menemukan minatmu sendiri,  kamu bisa lebih menikmati proses pengerjaan skripsimu nanti.

2. Melangkahlah  ke perpustakaan. Nah klo biasa nya kamu ogah maen keperpustakaan, ini lah saatnya kamu harus pergi ke perpustakaan
Titik terang bisa kamu dapatkan dari membaca skripsi senior angkatan.
Cari inspirasi di perpustakaan

Gak sedikit mahasiswa yang lulusnya harus tertunda karena terhambat skripsi. Salah satu alasanya adalah tema atau topik skripsi yang tak ada. Tak perlu khawatir, sekarang kamu bisa coba melangkahkan kaki ke perpustakaan jurusan. Lalu bacalah naskah skripsi senior tahun-tahun sebelumnya. Tak perlu membaca skripsi ini sampai habis. Cukup buat dirimu familiar dengan rumusan masalah serta garis besar penelitian para senior angkatan.

Ini adalah cara mendapatkan inspirasi yang mudah untuk ide skripsi. Tapi ingat, daripada dianggap plagiat, pastikan kamu tak melakukan copy paste dari hasil karya kakak angkatan ya. Cukup ambil inspirasi, lalu modifikasi atau subtitusikan variabel penelitian dengan fenomena yang belum pernah diteliti sebelumnya.


3. Mendapatkan ide dari hasil mengorek-ngorek jurnal lama juga boleh saja. Ini bukan plagiat: kamu malah bisa mengembangkan penelitian yang sudah ada.
Bongkar dan Utak-atik jurnal senior biar dapet ide skripsi

Selain mencari ide skripsi dari membaca naskah skripsi yang sudah ada, kamu juga bisa mendapatkannya dari membaca jurnal ilmiah. Kamu bisa memperoleh jurnal di situs internet atau perpusatakaan kampus.

Tak hanya dibaca saja, kamu bisa korek dalam-dalam informasi di dalamnya. Gak jarang suatu jurnal pasti adan “kekurangan” data atau bahkan masih butuh informasi tambahan. Nah, kamu memanfaatkan celah itu sebagai tema skripsimu. Atau mungkin kamu subtitusi dengan bahan yang berbeda.

Mengembangkan ide dengan cara seperti ini bukan berarti kamu plagiat, tapi kadang kamu justru bisa berperan dalam menyempurnakan ilmu pengetahuan yang sudah ada. Betul kan?





4. Ide skripsi bisa kamu dapatkan dari mana saja, salah satunya situs berita yang terpercaya atau media cetak ilmiah.
Baca media buat cari ide skripsi

Tak hanya jurnal akademik dan naskah skripsi angkatan yang bisa kamu jadikan cikal bakal ide skripsi, sekarang kamu juga bisa memanfaatkan situs berita terpercaya dan majalah-majalah ilmiah. Dari sana kamu akan mendapatkan informasi terbaru yang bikin otakmu makin terangsang untuk melahirkan ide-ide penelitian.

Fenomena-fenomena yang terjadi sekarang ini bisa menjadi rumusan masalah untuk skripsi. Mungkin kamu mahasiswa geografi, gak ada salahnya kamu bikin penelitian tentang kenapa di suatu daerah sering terjadi bencana. Mungkin kamu mahasiswa politik, kamu bisa mengambil tema tentang perbedaan tingkah politik sekarang dan beberapa dekake sebelumnya. Nah, semakin banyak berita yang kamu serap, gak jarang otakmu bisa semakin semangat untuk menciptakan ide-ide cemerlang untuk tugas akhir.





5. Bertukar pikiran dengan kakak senior bukan hanya bikin kalian makin akrab. Ini juga sumber ide skripsi yang bisa diandalkan.
Cari tema skrispi? Diskusi sama teman dan senior

Apa kamu sekarang lagi dekat sama kakak senior atau junior? Atau kamu punya teman akrab senior angkatan? Atau justru punya pacar yang sebidang jurusan kuliahnya? Gak ada salahnya manfaatkan dia untuk bertukar pikiran tentang hal-hal ilmiah seperti tema penelitian skripsi.

Kamu bisa minta dia sharing sedikit tentang skripsinya, atau mungkin jika kamu sudah punya ide tapi ragu untuk menjadikannya tema skripsi, cobalah minta pendapat dan masukannya. Berdiskusilah secara interaktif.  kamu bisa menemukan pencerahan atau titik terang untuk skripsian. Dengan begitu, kalian bisa makin akrab, kuliahmu juga cepat kelar. 




6. Saking lamanya menghilang dari kampus, wajar kalau kamu tak punya ide penelitian. Jadi, jangan ragu duduk dalam kelas yang berhubungan dengan minatmu.
Masuk kelas biar dapet ide skripsi

Meski semua teori sudah kelar, ide skripsi yang tak pernah datang seringkali bikin kamu lulus lama. Mahasiswa semester tua yang tak pernah ngampus tapi belum lulus pun harus rela kamu sandang. Gak jarang, saking lamanya menghilang dari kampus justru bikin idemu makin surut.

Untuk mengatasi itu semua, kamu bisa coba sit in di kelas yang berhubungan dengan minat skripsimu. Dengarkan dosen ceramah dan semua diskusi yang terjadi, maka kamu mengingat kembali materi yang dulu pernah kamu dapat. Sekali dua kali menjadi mahasiswa penyelundup bisa memicu otakmu untuk melahirkan ide baru lho.

7. Lulus cepat bukan lagi mimpi. Asalkan kamu mau mengubur mimpi yang satunya lagi: jadi mahasiswa yang sempurna dengan skripsi spektakuler dan IPK tinggi.
Skripsi gak usah perfec  
Banyak mahasiswa yang lulus lama karena terlalu perfeksionis untuk membuat skripsi yang bertema berat dan berskala internasional. Alih-alih bisa lulus cepat, kadang kamu justru membutuhkan waktu yang lama dan ilmu yang dalam untuk menyelesaikannya. Nah, jika kamu sudah dipenghujung batas waktu kuliah, cobalah sedikit realistis dengan membuat skripsi yang ringan-ringan saja.

Kamu bisa buat tema yang bisa dilakukan dengan metode yang mudah, memungkinkan untuk diselesaikan cepat, dan gak terlalu kompleks. Karena skripsi adalah ajang untuk latihan penelitian, gak dosa kok kalau kamu pilih tema yang mudah. Gak mau ‘kan kamu terancam DO hanya karena skripsi?


8. Jika kamu berancana lanjut S2? Buatlah tema skripsi yang bisa dijadikan tesisimu kelak.

Cari tema skripsi dari syarat beasiswa

Mungkin kamu sudah punya rencana panjang untuk masa depan. Lulus kuliah, daftar beasiswa, kuliah S-2, lalu fokus kerja di bidang yang kamu suka. Nah, hal ini bisa menjadi patokan untuk tema skripsimu sekarang.

Biasanya, para penyandang dana beasiswa mensyaratkan pengalaman penelitian dalam suatu bidang tertentu. Kamu jadikan syarat atau rencana tesisimu kelak sebagai tema besar skripsianmu sekarang. Sembari menyelesaikan sarjana, kemungkinan mendapatkan beasiswa akan jauh lebih besar jika kamu mengambil tema yang disyaratkan. Jauh lebih menguntungkan ‘kan?


9. Sudah punya ide, tapi masih tak yakin soal kualitasnya? Jangan buang ide itu sebelum meminta pendapat dosen pembimbingmu.
Konsulstasi dengan dosen pembimbing 

Selain perfeksionis, rasa ragu dan rendah diri sering menjadi hambatan untuk bisa lulus cepat. Mungkin kamu sudah melakukan tips di atas, tapi kamu masih kurang merasa percaya diri dengan idemu sendiri. Kamu masih merasa kurang. Kamu masih merasa idemu terlalu remah-remah. Kamu merasa tema yang kamu pikirkan terlalu sulit untuk dikerjakan. Sadarlah, kamu punya dosen pembimbing yang siap menjadi teman diskusi.

Buang jauh rasa mindermu, cobalah ajukan list judul skripsi pada dosenmu. Mintalah pendapatanya dan masukan apakah temamu memang memungkinkan. Terkadang kamu akan mendapatkan masukan yang jauh dari perkiraan. Tema yang selama ini kamu anggap remah-remah, bagi beliau temamu itu malah dinilai bagus dan bisa dikembangkan jadi lebih bagus lagi.


10. Selain bisa menghemat uang, gabung dalam proyek dosen juga bikin kamu tak perlu lagi pusing-pusing cari tema skripsi.
Ikut proyek biar dapet  tema skripsi

Selain membuat skripsi secara mandiri, sekarang kamu juga bisa nebeng dosen. Caranya adalah dengan ikut proyek. Mungkin salah satu dosen di kampusmu  sedang melakukan penelitian yang mendapatkan hibah dari pemerintah. Gak jarang beliau akan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk ikut serta mengerjakannya. Nah, kamu tak boleh ketinggalan untuk mendaftar jadi salah satu bagian darinya.

Sembari membantu beliau, proyek ini juga bisa kamu jadikan sebagai judul skripsi. Selain jadi lebih hemat dana, kamu juga tak perlu lagi pusing-pusing mencari tema. Menguntungkan ‘kan?

itulah beberapa tips dari saya .. semoga bisa membantu rekan-rekan mahasiswa menentukan judul skripsi
Semoga cepat sidang  dan jadi sarjana ya! :)




Menyusun Proposal Penelitian

Sering sekali muncul pertanyaan tentang tata cara menyusun Proposal Penelitian dan format atau bentuk penyajiannya.
Ada beberapa bagian penting dalam penyusunan proposal penelitian atau proposal skripsi, diantaranya akan dijabarkan dibawah ini:

1. HALAMAN JUDUL
Halaman judul memuat : judul, jenis laporan, lambang Perguruan Tinggi, nama dan NIM, nama jurusan, nama program studi, nama perguruan tinggi dan tahun pengajuan.
Judul Usulan Penelitian : Judul hendaknya dibuat singkat dan jelas, menggambarkan konsep dan topik dari penelitian dan menggambarkan adanya keterkaitan antara variable, lokasi penelitian dan tahun penelitian. Diketik dengan menggunakan huruf kapital, tidak boleh disingkat dan format ketikan dalam bentuk piramida terbalik ( V ).
Jenis Laporan : Jenis laporan adalah usulan penelitian.
Lambang Institusi Perguruan Tinggi
Nama mahasiswa dan NIM
Nama Jurusan
Nama Program Studi
Nama Perguruan Tinggi
Tahun Pengajuan : Tahun pengajuan adalah tahun dimana usulan penelitian tersebut diajukan
2.   HALAMAN PERSETUJUAN
Halaman persetujuan memuat : judul usulan penelitian, persetujuan dosen pembimbing beserta tanda tangan dan waktu persetujuan
3.   DAFTAR ISI
Daftar Isi merupakan daftar yang menunjukkan isi bagian-bagian dalam skripsi maupun sub-sub bagiannya beserta nomor halamannya.
4.   ISI
Dibagian isi terdiri dari beberapa bab dan dari beberapa bab tersebut masih terdapat beberapa sub bab.
BAB I. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Latar belakang memuat: gambaran tema permasalahan di lokasi penelitian yang akan dibahas dan berkaitan dengan penelitian yang akan dijalankan, diuraikan dari masalah yang luas ke arah masalah yang khusus. Oleh karena itu diperlukan data studi awal di lokasi tempat penelitian.
Ada 4 kriteria latar belakang yang baik:
Adanya “seriousness of problem”,
Adanya “sense of urgency” ( masalah yang harus segera ditangani
Adanya “political will” (kebijaksanaan dari organisasi atau politis
Adanya “manage – ability” ( direkomendasikan oleh pihak manajemen ).
Latar belakang ini juga harus mampu menjawab pertanyaan “mengapa memilih topik tersebut”
2. Perumusan Masalah
Perumusan masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya yang tegas dan jelas, serta menggambarkan arah hubungan antar dua variabel atau lebih. Misalnya adakah, apakah, bagaimanakah, dan lainnya.
3.    Batasan Masalah
Batasan masalah adalah pembatasan ruang lingkup yang dilakukan dalam penelitian, dimana pembatasan tersebut meliputi: tema/topik, area atau wilayah yang diteliti, sumber informasi, lokasi penelitian serta waktu penelitian
4.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian meliputi :
a.    Tujuan Umum ; Meliputi tujuan yang akan dicapai secara menyeluruh yang dapat menjawab tema / judul penelitian
b.    Tujuan Khusus ; Meliputi jabaran atau rincian dari tujuan umum secara operasional sesuai dengan perumusan dan pembatasan masalah. Tujuan khusus akan menggambarkan hasil dan pembahasan yang akan diperoleh dari penelitian ini.
5.    Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian meliputi: 1) manfaat bagi pengguna (user), 2) pengembangan keilmuan dan 3) bagi peneliti, sehingga scara khusus hasil penelitian memberikan masukan bagi si peneliti, masyarakat, instansi terkait dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta diharapkan dapat dijadikan pertimbangan sebuah kebijakan
6.    Keaslian Penelitian
Keaslian penelitian mencerminkan kemampuan mahasiswa untuk menelusuri dan mengidentifikasi penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian yang dilakukannya.Setiap penelitian dilakukan dalam konteks lingkungan yang berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, sekalipun penelitian tersebut merupakan replikasi penelitian sebelumnya. Pernyataan tentang keaslian penelitian meliputi identifikasi persamaan penelitian sebelumnya yang sangat relevan dan perbedaannya dengan penelitian yang akan dilakukannya.
Perbedaan dan persamaan penelitian dengan penelitian terdahulu dapat meliputi : kerangka teori, penerapan teori dalam situasi spesifik atau populasi khusus atau generalisasi teori pada populasi yamg lebih luas, kerangka konsep, rancangan penelitian, instrument penelitian, dan teknik analisis atau pemodelan data. Penyajiannya dapat dalam bentuk matriks persamaan dan perbedaan penelitian sebelunya.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan pustaka merupakan penelusuran kepustakaan untuk mengidentifikasi makalah dan buku yang bermanfaat dan ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan serta merujuk pada semua hasil penelitian terdahulu pada bidang tersebut. Tinjauan pustaka disusun berdasarkan tujuan penelitian, pertanyaan penelitian dan masalah yang akan dipecahkan. Sumber yang dipakai dalam tinjauan pustaka harus disebutkan dengan mencantumkan nama penulis dan tahun terbit dengan model Vancouver. Format penyajiannya dimulai tinjuan teori untuk variabel independen, variabel dependen dan keterkaitan antar variabel yang diteliti dengan mengacu pada penelitian sebelumnya.
a. Landasan Teori
Landasan teori menguraikan kerangka teori yang merujuk pada referensi berbagai ahli tertentu maupun berbagai teori-teori yang ada yang nantinya akan mendasari hasil dan pembahasan secara detail, dapat berupa definisi-definisi atau model matematis yang langsung berkaitan dengan tema atau masalah yang diteliti. Teori-teori yang dirujuk harus mengacu pada variabel-variabel yang diteliti. Dimulai dari penjelasan tema, variabel independen dan variabel dependennya atau faktor-faktor yang diteliti serta dijelaskan teori-teori tersebut untuk mendukung hipotesis yang akan diajukan.
b.    Kerangka Teori
Kerangka teori terdiri dari teori-teori atau isu-isu dimana penelitian kita terlibat di dalamnya dan memberikan panduan pada saat peneliti membaca pustaka.Kerangka teori tidak dapat dikembangkan kalau peneliti belum mempelajari pustaka dan sebaliknya kalau peneliti belum mempunyai kerangka teori maka peneliti tidak akan dapat membaca pustaka dengan efektif.
c.    Kerangka Konsep Penelitian
Kerangka konsep penelitian merupakan operasionalisasi keterkaitan antar variabel-variabel yang berasal dari kerangka teori dan biasanya berkonsentrasi pada satu bagian dari kerangka teori. Kerangka konsep menggambarkan aspek-aspek yang telah dipilih dari kerangka teori untuk dijadikan dasar masalah penelitiannya. Jadi kerangka konsep timbul dari kerangka teori dan berhubungan dengan masalah penelitian yang spesifik.
d. Hipotesis
Hipotesis memuat : pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang dihadapi. Hipotesis tidak selalu harus ada tergantung pada jenis dan tujuan penelitian. Oleh karena itu hipotesis harus diuji kebenarannya dan pengujiaannya harus mendasarkan pada kaidah-kaidah keilmuan (scientific methods) yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ciri-ciri hipotesis yaitu :
Dinyatakan dalam bentuk pernyataan (statement) bukan kalimat tanya
Hipotesis hendaknya berkaitan dengan bidang ilmu yang akan diteliti
Hipotesis harus dapat diuji yaitu terdiri dari variable yang dapat diukur dan dapat dibanding-bandingkan sehingga diperoleh hasil yang obyektif
Hipotesis hendaknya sederhana dan terbatas ( tidak menimbulkan perbedaan pengertian dan tidak terlalu luas sifatnya )
BAB III. METODE PENELITIAN
Metode penelitian memuat : jenis penelitian, populasi dan sample penelitian, lokasi dan waktu penelitian, hubungan variable dan definisi operasional, instrumen penelitian, pengumpulan dan pengolahan data, metode analisis data dan keterbatasan
a.   Jenis Penelitian
Berisi langkah-langkah yang akan diambil untuk membuktikan kebenaran hipotesis.
b.    Populasi dan Sample
Berisi cara pengambilan sample, besar sample, cara pengumpulan sample, teknik penarikan sample.
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian atau wilayah generalisasi yang terdiri dari subyek maupun obyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Populasi bukan hanya orang, tetapi semua benda yang memiliki sifat atau cirri yang bisa diteliti.
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut
c.    Lokasi dan Waktu Penelitian
Berisi mengenai tempat / lokasi penelitian beserta waktu yang dipergunakan melakukan penelitian
d.   Variabel
Berisi keterangan tentang variable atau factor yang diamati atau diteliti dalam suatu penelitian
e.    Definisi Operasional
Menjelaskan bagaimana suatu variable akan diukur serta alat ukur apa yang digunakan untuk mengukurnya. Definisi ini mempunyai implikasi praktis dalam proses pengumpulan data. Definisi operasional mendiskripsikan variable sehingga bersifat spesifik (tidak berintegrasi ganda), terukur, menunjukkan sifat atau macam variable sesuai dengan tingkat pengukurannya dan menunjukkan kedudukan variable dalam kerangka teoritis.
f.     Teknik Pengumpulan Data
Berisi cara pengumpulan data yang dapat berupa data primer maupun data sekunder. Berdasarkan caranya pengumpulan data dapat berupa observasi, wawancara langsung, angket, pengukuran / pemeriksanaan
g.    Instrument Penelitian
Instrument ( alat ukur ) penelitian dapat berupa kuesioner, cek list yang digunakan sebagai pedoman observasi dan wawancara atau angket
h.    Teknik Pengolahan Data
Berisi cara pengolahan data yang akan dilakukan peneliti sehingga data hasil penelitian dapat menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan penelitian
i.     Metode Analisis Data
Metode analisa data menjelaskan bagaimana seorang peneliti mengubah data hasil penelitian menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan penelitian. Kegiatan analisa data ini meliputi : persiapan, tabulasi dan aplikasi data. Pada tahap analisa data inidapat menggunakan uji statistik jika memang data dlam penelitian tersebut harus diuji dengan uji statistik
j.   Keterbatasan
Dalam setiap penelitian pasti mempunyai kelemahan-kelemahan dimana kelemahan tersebut ditulis dalam keterbatasan. Dalam bab ini disajikan keterbatasan peneliti secara teknis yang mungkin mempunyai dampak secara metodologis maupun substantif, seperti : keterbatasan pengambilan sampel, keterbatasan jumlah sampel, keterbatasan instrumen penelitian, keterbatasan waktu dan sebagainya
5.   DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka merupakan keterangan tentang bacaan yang dijadikan sebagai bahan rujukan dari penulisan skripsi. Dalam daftar pustaka dapat dimasukkan tentang pustaka dari buku teks, jurnal, artikel, internet atau kumpulan karangan lain.
6.    LAMPIRAN
Lampiran memuat : keterangan atau informasi yang diperlukan pada pelaksanaan penelitian seperti : peta, surat penelitian, kuesioner, atau data lain yang sifatnya melengkapi usulan atau proposal penelitian.


SULIT MENEMUKAN JUDUL PENELITIAN


Berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang saya lakukan, saya mengalisa bahwa ada beberapa masalah yang menyulitkan mahasiswa memperoleh judul-judul penelitian yang aktual, bagus dan  berkualitas
Permasalahan muncul bagi rekan mahasiswa tadi tatkala diminta menentukan judul penelitiannya. Mereka bingung dan mengalami kesulitan. Bagaimana cara menemukan judul tersebut. Akibatnya, terjadilah penyakit yang anak remaja sekarang bilang lagi “Galau”.
Penulis mencoba untuk membuka permasalahan ini, kenapa sulit sekali mencari informasi dan menentukan Judul Penelitian

Masalah pertama yang menyulitkan mahasiswa untuk menemukan sebuah judul penelitian adalah kurang kritisnya mahasiswa dalam melihat fenomena yang terjadi di masyarakat. Artinya, apa yang mau diangkat menjadi suatu judul penelitian, sedangkan masalahnya saja tidak tahu.
Demikian halnya dengan dosen. Dosen juga harus kritis terhadap fenomena-fenomena yang ada. Dengan demikian dapat membantu mengarahkan mahasiswa untuk mengkritisi suatu masalah .

Masalah kedua adalah tidak ada atau kurangnya konsep dan teori untuk mengangkat suatu masalah untuk diteliti. Kurangnya konsep dan teori merupakan indikasi bahwa mahasiswa kekurangan ilmu pengetahuan. Tanpa konsep dan teori seorang mahasiswa sulit sekali menemukan suatu permasalahan untuk dikaji ulang atau cek and ricek melalui suatu penelitian ataupun memberikan solusi untuk mengatasi suatu masalah.
Kekurangan konsep dan teori ini bukan saja dari sisi mahasiswa, tetapi juga dari sisi dosen. Jika dosen memiliki konsep dan teori jelas ada tanda-tanda perbaikan dan adanya masalah-masalah actual baru yang terus diteliti. Tetapi jika dosen sendiri kekurangan konsep dan teori, maka hal yang sama juga akan dialami oleh mahasiswanya. 

Masalah ketiga adalah kurikulum mata kuliah metodologi penelitian di kalangan Perguruan Tinggi , tidak memungkin mahasiswa untuk melakukan penelitian yang lebih unggul. Isi materi matakuliah metodologi penelitian sangat-sangat terbatas. Akibatnya adalah mahasiswa dalam mencari judul dan menulis skripsi hanya berkisar pada judul-judul pasaran yang ada pada sebuah almamater tersebut. Kita tidak pungkiri, dan harus angkat topi terhadap kurikulum ini, karena sudah menolong menghasilkan banyak sarjana. Sekalipun demikian, tidak ada salahnya kalau kita mengkritisinya untuk memperbaiki dan menigkatkan kualitas metodologi penelitian di kalangan Perguruan Tinggi.

Masalah keempat adalah Sekolah Tinggi dan Universitas  belum memiliki dosen metodologi penelitian yang berkompeten dibidang penelitian. Dosen metodologi penelitian yang berkompeten disini adalah dosen yang benar-benar memahami Metode Penelitian berbagai jurusan. Juga memahami bagaimana mengaplikasikan berbagai model dan metode penelitian dalam penelitian-penelitian pada berbagai program studi diperguruan tinggi. Jika ini terjadi, saya yakin, akan menghasilkan suatu peningkatan dibidang penelitian dan juga akan menghasilkan teori dan penemuan ilmu-ilmu baru.

Demikian Penjelasan saya tentang alasan dari kesulit mahasiswa dan dosen menemukan Judul penelitian yang baik dan berkualitas

Jadi bagi anda Mahasiswa yang kesulitan menemukan Judul Penelitian
Penulis akan membantu anda menemukan apa yang mungkin bisa dijadikan referensi langkah menulis Judul penelitian